4 Manfaat Mengukur Lingkar Kepala Bayi

4 Manfaat Mengukur Lingkar Kepala Bayi

 Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui perkembangan bayi. Di antaranya adalah berat badan, tinggi badan, dan lingkar badan. Kali ini, kita akan membahas tentang manfaat dari mengukur lingkar kepala bayi yang merupakan bagian terpenting untuk diperhatikan. Berikut adalah beberapa manfaatnya.

1. Mengetahui Apakah Ukurannya Normal

Pertama, ukuran lingkar kepala tentu memiliki ukuran yang normal. Terdapat beberapa kriteria yang menentukan apakah ukuran kepala bayi tersebut normal atau tidak. Ukuran tersebut tentunya dibedakan dalam setiap tahunnya. Menurut World Health Organization (WHO), ukuran lingkar kepala bisa dilihat dalam 6 usia.

Pada saat baru lahir, bayi memiliki ukuran lingkar kepala normal sekitar 33 sampai 35 cm. kemudian pada usia 1 sampai 3 bulan, ukuran lingkar kepala yang normal adalah sekitar 34 sampai 44 cm. Selanjutnya pada usia 4 sampai 6 bulan, ukuran normal dari lingkar kepala bayi adalah antara 38.5 sampai 46 cm.

Pengukuran masih terus dilanjutkan sampai usia 2 tahun. Pada usia 7 sampai 12 bulan, ukuran lingkar kepala yang normal adalah 40.5 sampai 49.5 cm. Terakhir pada usia 12 sampai 24 bulan, ukuran lingkar kepala bayi yang normal adalah antara 43 sampai 51.5 cm. Pengukuran ini bisa Anda lakukan dengan menggunakan meteran kain.

2. Memastikan Tidak Mengalami Gangguan

Seperti yang telah disebutkan di awal, bahwa untuk melihat perkembangan dan pertumbuhan bayi, bisa dilihat melalui lingkar kepala. Oleh karenanya, penting sekali untuk melihat lingkar kepala bayi agar bisa mendeteksi sejak dini apakah bayi Anda memiliki lingkar kepala yang normal atau tidak.

3. Mendeteksi Hidrosefalus

Ketiga, dengan mengukur lingkar kepala kita bisa mengetahui apakah terjadi yang namanya hidrosefalus atau penumpukan cairan di otak. Gangguan yang satu ini paling sering dialami oleh bayi dan orang-orang pada usia 60 tahun ke atas. Hal ini bisa terjadi karena adanya penyumbatan pada aliran cairan otak.

Gangguan ini bisa dideteksi saat Anda melakukan pengukuran lingkar kepala secara rutin. Ketika mengetahui bahwa lingkar kepala bayi terlalu besar, bisa jadi terjadi penumpukan cairan di otak. Saat Anda telah mengetahuinya, maka hal yang harus dilakukan adalah segera memeriksakannya, agar mengetahui diagnosis yang pasti.

4. Mendeteksi Mikrosefalus

Kebalikan dari yang sebelumnya, mikrosefalus bisa ditandai saat bayi memiliki lingkar kepala yang lebih kecil dari ukuran normalnya. Hal tersebut bisa mengindikasikan bahwa otak bayi tidak berkembang dengan baik. Terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi gangguan ini terjadi. Agar tidak terlambat, segeralah memeriksakannya ke dokter.

Itulah tadi beberapa manfaat dari mengukur lingkar kepala bayi. Ukuran lingkar kepala sebenarnya juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik. Sehingga, saat memiliki lingkar kepala yang tidak sesuai dengan ukuran normal bukan berarti mengalami gangguan, tapi memang bayi tersebut memiliki ukuran kepala yang kecil atau besar.